Selasa, 27 Maret 2018

Mengukur Penggunaan Air dengan IoT NodeMCU dan WaterFlow Sensor


Pendahuluan 

Internet of Things yang bisa disebut dengan IoT menjadi bagian yang penting dalam kemajuan teknologi. Contohnya adalah dengan mengirimkan data penggunaan air dari sensor ke cloud sehingga bisa dengan mudah melihat hasilnya. Untuk mengirimkan data penggunaan air dari sensor ke cloud maka dibutuhkan internet. Sehingga jika berbicara tentang IoT maka kira berbicara tidak terlepas dari 2 hal, yaitu: sensor dan internet.



Perangkat Keras 

- NodeMCU Lua WiFi (Rp85.000)
- Water Flow Sensor (Rp70.000)
- Lampu LED (Rp350)
- Jumper + Breadboard (Rp36.000)
- Kabel Power Micro USB

Perangkat Lunak

Arduino IDE. Unduh di https://www.arduino.cc/en/Main/Software

Perangkat Pendukung

Data dari sensor akan disimpan pada layanan cloud https://emoncms.org/

Cara Kerja

Setelah power dinyalakan, sistem akan mendeteksi ketersediaan koneksi WiFi dengan konfigurasi yang sebelumnya sudah dimasukkan ke dalam program. Selagi proses menghubungkan ke WiFI, lampu LED Indicator akan menyala (lihat lampiran di bawah), jika WiFi berhasil maka lampu LED Indicator akan mati.


Lampu LED Indicator akan menyala (lihat lampiran di bawah) jika ada air melewati sensor yang dilanjutkan dengan pengiriman data ke cloud.


Air yang melewati sensor akan menggerakan rotor menyebabkan adanya perputaran. Sensor ini, setiap liter air yang dialirkan per menit mengeluarkan kurang lebih 4.5 pulse, angka tersebut yang akan dijadikan kalibrasi.
 

Menghubungkan Water Flow dengan NodeMCU

Mengubungkan water flow sensor dengan NodeMCU membutuhan 3 kabel yang berasal dari sensor, yaitu:
- Kabel kuning (signal/pulse) dihubungkan ke pin D2
- Kabel hitam (ground) dihubungkan ke pin GND
- Kabel merah dihubungkan ke pin 3V3





Menghubungkan LED dengan NodeMCU 

Menghubungkan _LED_ dengan NodeMCU membutuhkan 2 kabel, yaitu:
- Kabel signal dihubungkan ke pin D7
- Kabel ground dihubungkan ke pin GND
 




Bentuk Akhir


Source Code





Tidak ada komentar: